Jenderal Besar H. M. Soeharto: Kontribusi, Warisan Pemikiran, dan Jejak Historis di Ma’had Al-Zaytun
Rp170.000
Penulis : Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E., Taufikin, S.Sos
ISBN :
Cover : Art Carton 230 gram
Halaman : 207 halaman
Berat : 350 gram
Ukuran Buku : 18,2 X 25,7 cm (B5)
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
Mengapa nama Jenderal Besar H. M. Soeharto terpatri dalam sejarah Ma’had Al-Zaytun?
Apa makna simbolik, historis, dan edukatif di balik penamaan sebuah gedung perguruan tinggi dengan nama Presiden RI ke-2?
Buku “Jenderal Besar H. M. Soeharto: Kontribusi, Warisan Pemikiran, dan Jejak Historis di Ma’had Al-Zaytun” mengajak pembaca menelusuri relasi sejarah antara seorang tokoh besar bangsa dan lahirnya sebuah institusi pendidikan modern yang menjunjung tinggi nilai toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan.
Ditulis dengan pendekatan akademik yang objektif dan berbasis data, buku ini memadukan kajian sejarah, kebijakan publik, antropologi pendidikan, serta analisis sosial-politik untuk menghadirkan narasi yang jernih dan proporsional. Penulis menempatkan Soeharto bukan sekadar sebagai figur politik, melainkan sebagai bagian dari dinamika sejarah pendidikan nasional, khususnya dalam konteks berdirinya Universitas Al-Zaytun Indonesia dan peresmian Gedung Perkuliahan Jenderal Besar H. M. Soeharto.
Lebih dari sekadar catatan historis, buku ini menjadi ruang refleksi ilmiah bagi generasi muda untuk memahami makna kepemimpinan, menghargai jasa para pendahulu, serta belajar mengambil hikmah dari perjalanan bangsa—tanpa terjebak dalam glorifikasi maupun penegasian sepihak. Pro dan kontra disikapi secara dewasa, dengan menjunjung tinggi etika akademik dan integritas keilmuan.
Buku ini relevan dibaca oleh:
- Akademisi dan mahasiswa
- Peneliti sejarah dan pendidikan
- Pemerhati kebijakan publik
- Masyarakat umum yang ingin memahami sejarah bangsa secara lebih utuh
Dengan bahasa yang komunikatif namun tetap ilmiah, buku ini memperkaya khazanah literatur sejarah kepemimpinan Indonesia dan menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memahami, menghargai, dan memaknai warisan sejarahnya secara bijaksana.
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan







Ulasan
Belum ada ulasan.